Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kabar Nasional

Batik Banten

Batik Banten Batik yang diproduksi di Banten memiliki bermacam-macam corak dan memiliki ciri khas Banten. Dari sekian banyak corak, sementara yang diperkenalkan kepada masyarakat Banten ada 12 motif yang namanya diambil dari lokasi pemukiman kuno di Banten Lama. Misalnya ada yang disebut motif Pasulaman, Surosowan, Pamaranggen, Kapurban, Kawangsan dan Pajantren. Tetapi di antara nama-nama itu ada pula mengambil nama julukan raja dan pengeran, seperti Sabakingking dan Mandalika. Tak jelas kenapa nama-nama itu diambil sebagai nama motif batik yang tengah gencar dipromosikan. Menurut pengusaha batik banten Sdr.Dicky, semuanya merupakan hasil temuan arkeolog yang melakukan penelitian di situs Banten Lama.Prof.Dr.H.Hasan Muarif Ambary dan Drs.Tb.Najib disebut-sebut sebagai peneliti yang berhasil menemukan motif batik tersebut. Sayangnya ketika muncul pertanyaan, kapan dan dimana situs batik Banten itu ditemukan, Dicky tak dapat menjelaskan. Bahkan agak gugup ketika dikatakan di Museum ...

Surat SBY untuk Nazaruddin Menuai Protes

AKARTA - Surat balasan dari Pre­siden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada tersangka kasus suap pem­bangunan Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, menuai kritik dari berbagai kalangan. Menjawab surat Nazaruddin itu, apalagi dengan menggunakan kertas berkop resmi kepresidenan dipan­da­ng sebagai tindakan yang tidak tepat. Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, langkah Pre­siden SBY justru membuktikan bahwa dunia perpolitikan di In­do­nesia semakin diarahkan ke dalam se­buah sandiwara. Di mana per­ma­­salahan pribadi dijadikan sebagai per­masalahan atau isu publik. “Se­harusnya, Presiden SBY, sebagai pe­­mimpin negara tidak perlu me­nanggapi surat Nazaruddin yang cenderung pribadi dan sen­timentil,” ujar Yudi di Gedung DPR, Senin (22/8). Menurut Yudi, Presiden sudah men­jatuhkan martabatnya sebagai pe­mimpin negara, sebab tidak dapat me­lakukan perubahan apa-apa. “Ti­dak se­pan­tas­­­nya Pre­si­den me­nanggapi surat, sa­lah secara hukum dan ke­tatane­gara­an,...

Koruptor Tak Dapat Remisi

SERANG - Ribuan narapidana dan tahanan mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) dalam perayaan HUT ke-66 RI, Rabu (17/8). Remisi (pengurangan masa tahanan) yang diterima para narapidana itu variatif, ada yang satu bulan bahkan ada yang bebas. Di antara narapidana yang mendapat remisi itu tidak ada narapidana yang terlibat kasus korupsi. Kepala LP Kelas IIA Serang Destri Syam mengharapkan narapidana yang bebas dapat diterima oleh masyarakat. “Napi yang bebas harus berguna bagi masyarakat. Tunjukkan bahwa mantan napi juga mampu berkarya,” ujar Destri kepada Radar Banten, Rabu (17/8). Destri mengatakan, tidak ada remisi yang diberikan kepada narapidana kasus korupsi karena belum memenuhi syarat. “Para napi kasus korupsi yang ada di LP (Lembaga Pe­ma­syaraka­tan) semuanya baru menjalani tahanan, bahkan ada yang masih diproses di per­sidangan,” ujarnya. Sedangkan Kepala Rutan Serang Aris Munandar menga­takan, remisi diberikan kepada 65 narapidana...

Dua Akademisi Untirta Dilaporkan ke Panwas

Dua akademisi Untirta yaitu Gandung Ismanto dan Muhyi Mohas dilaporkan kepada Panitia Pe­­ngawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pan­waslukada) Banten, Rabu (10/8). Pan­was­lukada me­ne­rima laporan dari Direktur Ek­se­kutif Banten Government Par­lie­ment Watch (BGPW) Udin Saparudin. Kepala Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Panwaslukada Banten Sabihis mem­benarkan menerima laporan itu dan siap mem­proses. “Laporan sudah masuk dari BGPW. Mereka melaporkan Gandung Ismanto dan Muhyi Mohas karena sebagai pegawai negeri sipil (PNS), keduanya dinilai tidak netral dengan mengeluarkan analisis politik yang menyudutkan incumbent dan dinilai condong mendukung salah satu calon lain,” ujar Sabihis saat dikonfirmasi, Rabu (10/8). Sabihis menambahkan, dua aka­demisi itu dilaporkan karena dinilai melanggar undang-undang. “Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 32 Ta­hun 2004 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pe­me­rin­tahan Da­erah. Sebagai PNS, keduanya tid...

Polisi Kurang Kerjaan Batasi Kendaraan dengan Sistem Warna

Jakarta - Polisi akan melakukan uji coba pembatasan kendaraan dengan sistem warna pada perhelatan SEA Games November mendatang untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Langkah itu dinilai tidak tepat karena transportasi umum saat ini belum maksimal. "Kasihan polisi. Kalau polisi buta warna bagaimana? Capek polisi lihat warna sampai miring-miring. Kasihan sekolah capek-capek cuma disuruh perhatiin warna. Nambah-nambahin kerjaan saja," ujar pengamat kebijakan publik Agus Pambagio kepada detikcom, Selasa (2//8/2011). Agus menilai, langkah pembatasan kendaraan berwarna tidak efektif karena masyarakat bisa membeli mobil lebih dari satu dengan warna berbeda. Masyarakat juga akan menolak kebijakan itu. Menurut Agus, seharusnya Pemprov DKI membenahi angkutan umum. Karena jika ada pembatasan kendaraan, masyarakat tidak disediakan angkutan umum yang memadai. Agus menyarankan, bus Transjakarta (TransJ) koridor I hingga IX dibenahi. Headway (kedatangan) bus TransJ harus 5 menit. ...

BIKIN WASWAS

JAKARTA - Kemenangan 4-3 atas Turkmenistan menjadi pelajaran berharga bagi tim nasional In­donesia. Memang hasil itu mengan­tarkan skuad Merah Putih ke putaran ke­tiga kuali­fikasi Piala Dunia 2010 Zo­na Asia. Na­mun, masih banyak pe­ker­jaan yang harus dilakukan oleh pelatih Wim Rijsbergen sebelum mengarungi persaingan yang lebih ketat. Pekerjaan rumah (PR) pa­ling men­colok yang ha­rus segera di­tun­­taskan ber­kaitan de­ngan ma­salah sta­mina pe­main. Fir­man Uti­na dkk be­lum mam­pu ber­main de­ngan tenaga penuh selama 90 menit. Hal itu terlihat saat mereka meladeni Turkmenistan di Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam (28/7). Karena stamina penggawa timnas drop, Turkmenistan dengan mudah berhasil menceploskan dua gol pada menit ke-83 dan ke-86 lewat Berdy Shamuradov dan Gahrymanberdy. Pa­dahal, saat itu Turkmenistan tinggal bermain dengan sepuluh orang setelah Bahtiyar Hojaahmedov dihukum kartu merah pada menit ke-78. Jika satu gol lagi bisa dicetak tim ta­mu, Indonesia harus ...

Arti Tanda-tanda Kedutan

Kedutan atau barkedut-kedut yang biasa terjadi di tubuh manusia,terjadi tidak hanya di suatu tempat saja,tetapi sering terjadi di beberapa bagian tubuh.Di alami oleh semua orang,baik pria maupun wanita.Kedutan biasanya berdenyut kencang atau berkedut-kedut di salah satu bagian anggota badan,setiap manusia pasti merasakan apa itu namanya kedutan yang di sadari maupun tidak di sadari karna kedutan pasti punya makna arti tersendiri yang tersembunyi dan mempunyai arti di setiap kedutannya.tanpa harus mendahului kehandak ALLAH bahwa kedutan menandakan apa yang akan terjadi terhadap kita entah besok atau lusa hanya Allah yang tau,yang perlu kita ketahui hanyalah akan terjadinya sesuatu terhadap kita yang menjadikan kita bersyukur atas nikmat Nya,bertawakal dan bersabar diri menghadapi cobaan karena Allah Maha adil tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya kecuali dia mampu menghadapinya.karena tau akan arti kedutan kita juga bisa hati-hati dalam berbuat dan memutuskan sesuatu dari segi uca...

Alun-alun Kramatwatu Makin Kumuh

KRAMATWATU – Sejumlah warga Kecamatan Kramatwatu mengeluhkan semakin kumuhnya kondisi Alun-alun Kramatwatu. Selain banyak­nya pedagang kaki lima yang tidak tertib menjajakan dagangannya, Alun-alun tersebut juga dijadikan tempat transit sampah sehingga menambah kekumuhan. Yani Supriyani, salah seorang warga Kramatwatu mengatakan, seharusnya Alun-alun menjadi ruang publik yang nyaman di tengah kota. Namun yang terjadi di Kramatwatu, kata Yani, adalah ruang publik yang kotor dan semrawut. “Kami minta kepada pak Camat dan Pemkab Serang untuk mencari solusi,” kata Yani, Minggu (3/4). Suherman, warga Kramatwatu lainnya menga­takan, seharusnya pemerintah menye­diakan tempat yang layak untuk mengumpulkan sam­pah dari para pemungut sampah di ling­kungan sekitar Kramatwatu. Sedangkan untuk pedagang, Suherman meminta agar pemerintah bersikap tegas karena sudah ada Pasar Baru Kramat yang seharusnya dijadikan tempat berjualan. “Kami minta kepada pemerintah un­tuk membenahi, biar bersih,” katanya....

Paket Bom di Kota Wisata Cibubur Pakai Timer

Jakarta - Paket bom yang ditemukan di perumahan elite Monaco, Kota Wisata, Cibubur, Bogor, Jawa Barat berbeda dengan jenis bom yang ditemukan di tempat lain. Paket bom ini memakai timer bukan bom buku. "Dugaan awal pakai timer. Untuk kepastiannya tunggu hasil Puslabfor," ujar Kapolsek Gunung Putri Kompol Yogi Napitupulu saat dihubungi wartawan, Jumat (18/3/2011). Menurut Yogi, Puslabfor Mabes Polri akan datang untuk mengecek jenis bom tersebut. 2 Saksi juga sudah dimintai keterangan yakni petugas kebersihan yang menemukan paket bom dan seorang satpam. Yogi mengaku tidak begitu mengetahui apakah ada rangkaian di dalam paket bom tersebut. Paket bom tersebut sudah meledak sehingga tidak begitu bisa dilihat apakah ada rangkaian atau tidak. "Sudah hancur tidak kelihatan sisanya. Memang Low explosive ledakannya," jelasnya. Yogi menambahkan paket bom tersebut berada di dalam kota sebesar kotak alat setrikaan. Kotak ini dibungkus kertas coklat dengan tulisan di at...

Keberadaan Warga Ahmadiyah Dilarang

SERANG – Pemkab Serang secara resmi me­ner­bitkan Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2011 tentang Larangan Keberadaan Jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Serang. Kepala Bagian Hukum Pemkab Serang Syamsuddin mengatakan, dilarangnya keberadaan warga Ahmadiyah di Kabupaten Serang dimaksudkan untuk mewujudkan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. Selama ini, kata dia, adanya jamaah Ahmadiyah di berbagai daerah telah menimbulkan konflik di masyarakat. “Jadi yang kita larang bukan hanya aktivitasnya, orangnya juga kita larang,” kata Syamsuddin, Rabu (16/3). Larangan keberadaan penganut jamaah Ahmadiyah ini ditegaskan dalam Pasal 3 ayat 1 yang menyebutkan bahwa seluruh penganut ajaran Ahmadiyah dan segala bentuk aktivitas/kegiatannya dilarang keberadaannya di wilayah Kabupaten Serang. Saat ditanya apakah pelarangan jamaah Ahmadiyah yang juga warga negara Indonesia di Kabupaten Serang itu melanggar hak azasi atau tidak, Syamsuddin menepis anggapan itu. Menurutnya, jika jamaah Ahmadiyah me...

Pembuat Tali Tampar Tak Mampu Bayar Ujian

DEMAK - Mahalnya biaya pendidikan kembali dirasakan warga miskin di Demak, Jawa Tengah. Seorang pembuat tali tampar tak mampu membayar ujian anaknya yang mendekati angka Rp2 juta. Biaya tersebut jauh dari penghasilannya yang hanya sekira Rp6 ribu per hari. Lianah (58), warga RT 7 RW 3 Desa Menur, Kecamatan Mranggen, ini hanya dapat memandangi surat pemberitahun dari sekolah anaknya yang menyatakan dia harus membayar Rp1.904.000 agar dapat mengikuti ujian nasional. Ketika pihak sekolah mendatangi rumahnya, Lianah bingung bagaimana mendapatkan dana tersebut. Anak bungsunya, Shobar, merupakan siswa jurusan Multimedia SMK Al Kautsariyah, Desa Jamus, Mranggen. Sebagai pembuat tali tampar dari tanaman gebang, Lianah mengaku biaya tersebut sangat jauh di atas kemampuannya. Apalagi, selama lebih dari enam bulan terakhir, Shobar juga menunggak biaya SPP. Janda beranak delapan ini merasa tak akan pernah mampu membayar biaya-biaya pendidikan anaknya. Karena, dalam sehari, mulai mencari tan...

Fasilitas Nuklir Meledak Lagi

TOKYO-Ledakan kembali terjadi di fa­silitas nuklir Fukushima Dai-ichi di Jepang, Senin (14/3). Sebelumnya, le­dakan juga terjadi pada Jumat (14/3) pekan lalu, akibat gempa kuat dan tsu­nami di Sendai, Jumat (11/3) lalu. Tokyo Electric Power Co yang mengelola fasilitas nuklir itu menyatakan, selain tujuh orang di­nyatakan hilang, tiga pekerja lain me­ngalami luka-luka. Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano me­ngatakan, ledakan hidrogen itu terjadi pada unit 3 fasilitas nuklir. Ledakan itu mirip dengan ledakan sebelumnya di unit yang berbeda. Yu­kio Edano me­nga­ta­kan, akibat ledakan itu warga dalam ra­­dius 20 km diperintahkan untuk tetap ting­gal di dalam rumah. Sementara war­ta­wan AP merasakan ledakan itu dari ja­rak 40 kilometer. Edano menepis ke­kha­watiran terhadap risiko terhadap ling­kungan dan ma­syarakat. Sebab, balok penahan wadah kon­tain­men da­lam reaktor nuklir tersebut dalam kondisi utuh. Meski demikian lebih dari 180.000 orang diungsikan dari daerah itu dalam beber...

Kawat Diplomatik AS Goyang Kekuasaan SBY

JAKARTA-Kunjungan Wakil Pres­iden Boediono ke Australia untuk membahas reformasi birokrasi yang ko­rup disambut berita tidak me­ngenakkan bagi pemerintah In­donesia. Dua koran berpengaruh di Australia, harian The Age dan Syd­ney Morning Herald, membuat head­line tentang keterlibatan Susilo Bam­bang Yudhoyono (SBY) dalam me­lindungi pelaku korupsi, serta pe­ran ‘first lady’ Ani Yudhoyono da­lam mengeruk kekayaan. Sumber laporan The Age dan Syd­ney Morning Herald adalah kawat diplomatik Kedutaan Besar AS di Ja­karta yang dibocorkan Wikileaks. Tak tanggung-tanggung, dalam berita itu disebutkan bahwa korupsi yang diminta untuk ditutup itu melibatkan Taufik Kiemas, politisi PDI Perjuangan yang juga suami mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri. The Age edisi Jumat (11/3), menu­run­­kan berita utama berjudul Yu­dho­yono ‘abused power’ yang me­muat bahwa pada bulan Desember 2004, Kedubes AS di Jakarta me­laporkan bahwa satu dari sejumlah informan politik yang paling bernilai, yaitu penas...